Lembak Berkonflik, Ekonomi Terganggu

Konflik yang terjadi di wilayah Lembak bakal berdampak negatif terhadap perekonomian Bengkulu. Pasalnya, jalur lintas Lubuk Linggau – Curup merupakan pintu gerbang utama menuju Provinsi Bengkulu via jalur darat. Bila sampai kondisi Lembak tidak kondusif yang ditandai kriminalitas tinggi, maka akan mengurangi arus barang dan jasa menuju Bengkulu. Demikian pandangan pengamat masalah ekonomi dari Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Bengkulu, Prof. Lizar Alfansi, Ph.D kepada RB.

Menurut Lizar, sudah menjadi hukum ekonomi, selain infrastruktur, tingkat keamanan juga akan berpangaruh dalam kemajuan perekonomian sebuah daerah. ‘’Tidak dapat dipungkiri, semakin aman sebuah daerah, akan semakin mendorong kemajuan ekonomi. Satu hal saja yang harus kita pahami, bagaimana investor mau menanamkan modal jika tahu daerah tujuannya tidak aman dan otomatis tidak nyaman. Termasuk situasi keamanan di wilayah Lembak akan sangat berpengaruh bagi perekonomian,’’ ungkap Pengamat Ekonomi Universitas Bengkulu, Prof. Lizar Alfansi, kepada RB.

Menurut Lizar, Pemda Provinsi dan Pemda Rejang Lebong tidak bisa lepas tanggungjawab atas kondisi yang terjadi di wilayah Lembak. Sebab, Pemda punya tugas dalam membangun daerahnya baik pembangunan fisik seperti sarana dan prasarana, maupun pembangunan non fisik seperti penguatan SDM dan memberi pendidikan berkualitas.

Bila situasi tidak kondusif terus terjadi, maka dampaknya akan lebih meluas bagi Provinsi Bengkulu. Seperti diketahui, wilayah Lembak merupakan sentra agribisnis Provinsi Bengkulu. Selain itu, wilayah Lembak mulai dari Sindang Kelingi hingga Padang Ulak Tanding (PUT) menjadi perlintasan utama jalur perekonomian.

‘’Masuk keluarganya distribusi jasa dan barang terpusat di jalur itu. Contoh kecilnya, distribusi barang bagi para pedagang dari wilayah Sumatera Selatan atau Jambi akan pikir dua kali memasok barang jika jalan yang dilalui tidak aman dari perampok. Apalagi para investor, mungkin harus berpikir sepuluh kali kalau ingin menanamkan modalnya di Provinsi Bengkulu, terutama Kabupaten Rejang Lebong,’’ jelasnya.

Lizar tak menampik tingginya angka kejahatan di kawasan Lembak salah satunya dilatarbelakangi rendahnya tingkat ekonomi masyarakatnya. Namun jika kondisi keamanan yang semakin buruk, maka perekonomian di kawasan tersebut dapat dipastikan akan semakin terpuruk. Setidaknya pembangunan yang dapat memajukan pasar industri di kawasan itu tidak akan terwujud.

‘’Banyak faktor yang saling mempengaruhi. Apa yang terjadi di wilayah Lembak sudah tindak kriminal. Aparat penegak hukum sudah harus mengambil sikap tegas,’’ saran Lizar.

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan tokoh masyarakat Lembak yang tinggal di Kota Bengkulu, Surya Gani. Ia menilai apa yang telah terjadi di kampung halamannya itu sudah harus ditindak tegas.

‘’Awalnya mencuat karena ada perselisihan antara aparat kepolisian dan masyarakat. Namun, yang terjadi sekarang sudah merupakan tindak kejahatan. Penegakan hokum harus diberlakukan. Jika salah, harus ditindak,’’ ungkap Surya.

Lebih lanjut Surya mengatakan, kondisi yang terjadi di wilayah Lembak tidak terlepas dari pendidikan agama dan moral yang buruk. Ia menyarankan peran pemerintah untuk melakukan pembangunan mental bagi masyarakat di kawasan itu harus diprioritaskan. Bagaimanapun menurutnya ada sebab dan akibat. Kejahatan di Lembak disebabkan kurangnya pendidikan agama, baik dari orang tua maupun pemerintah setempat. Terlebih lagi angka anak putus sekolah yang cukup tinggi jadi salah satu factor penyebab.

‘’Jangan ditunda lagi, pemerintah harus memprioritaskan pembangunan di wilayah Lembak. Mulai dari infrastruktur, mental dan keimanan. Anggarkanlah dana agar pembinaan itu terpadu. Lalu menjamin wajib belajar sembilan tahun. Ditujukan kepada keluarga yang tidak mampu. Yang terjadi di Lembak saat ini dampak kegagalan pembinaan iman,’’ kata Surya.

Di sisi lain dan yang paling utama ditegaskan Surya, konsistensi penegakan hukum. Bagaimanapun aparat penegak hokum harus menjalankan perannya dalam memberi kenyamanan dan menyampaikan pendidikan taat hukum.

‘’Selain penindakan, aparat juga dapat menyampaikan pendidikan. Seperti TNI dapat menjalankan perannya membangun karakter bangsa yang bersatu. Jika mental sudah dapat dibenahi dengan pendekatan, krisis keamanan di daerah itu akan pulih kembali,’’ pesan Surya.

Lagi, Sopir Travel Dirampok

Sementara itu, aksi perampokan di jalur lintas Curup – Lubuk Linggau semakin mengganas. Selasa siang (26/6) pukul 11.00 WIB, 4 kawanan rampok berhasil mengerjai Siswoyo (44), sopir travel jurusan Bengkulu – Palembang yang merupakan warga Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Peristiwa terjadi di Desa Taba Padang, Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT).

Dalam aksinya, pelaku menggasak uang senilai Rp 400 ribu, 1 unit handphone Nokia dan tas berisi pakaian milik korban. Akibat kejadian ini ditaksir korban menderita kerugian hingga Rp 2 juta. Sementara kerugian 2 penumpang lainnya belum bisa ditaksir lantaran belum diambil keterangan. Kasus ini masih ditangani lebih lanjut Polres Rejang Lebong (RL).

Kronologis kejadian, bermula saat korban bersama 2 penumpangnya melakukan perjalanan dari Kota Bengkulu menuju Kota Palembang, Sumatera Selatan melintasi jalur Curup – Lubuk Linggau. Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tiba-tiba mobil Toyota Avanza yang dikemudikan korban disalip 1 dari 2 motor 4 pelaku yang semula menggiring dari belakang.

Saat itu pelaku yang duduk di belakang meminta korban menghentikan mobil sambil memegang parang. Lantas pelaku menyuruh korban keluar. Saat itulah pelaku memaksa korban dan penumpangnya menyerahkan semua barang berharga yang dibawa. Berhasil menguras barang milik korban, pelaku kabur ke arah Curup.

Dikonfirmasi, Kapolres RL, AKBP. I Ketut Yudha Karyana, S.Ik melalui Kasat Reskrim, AKP. Hardidinata, S.Ik mengaku masih menyelidiki identitas pelaku. Namun disinyalir pelaku adalah pemain lama yang memang sudah sering beraksi di jalur lintas Curup – Lubuk Linggau. ‘’Setidaknya ciri pelaku, termasuk jenis kendaraannya sudah kami kantongi sesuai keterangan korban dan saksi,’’ tegas Hardidinata kepada RB kemarin (27/6).

Kapolres Mulai Turun ke Lembak

Kapolres RL, AKBP. I Ketut Yudha Karyana, S.Ik beserta anggota kemarin mulai memberanikan diri menginjakkan kaki ke wilayah Lembak khususnya di Kecamatan Binduriang. Kedatangannya dalam rangka mengunjungi kediaman orangtua Ardan alias Cik Udan (19) di Desa Kampung Jeruk.

Bersama Kapolsek Curup, Iptu. Bayu Putra Samara yang bertindak selaku Plh. Kasat Reskrim saat bentrok terjadi, Kapolres dan puluhan anggota diterima masyarakat Binduriang dengan tangan terbuka. Sambutan hangat ditunjukkan Kades Kampung Jeruk, Zainal dan orangtua Ardan.

Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan permohonan maaf atas insiden bentrok yang mengakibatkan Ardan tewas. Termasuk 3 korban luka tembak, masing-masing Sapri (28), warga Desa Simpang Beliti, Budiono dan Rizal, warga Desa Kepala Curup, Binduriang. Kapolres juga berjanji segera melakukan kegiatan pencitraan polisi di Binduriang dalam rangka merangkai kembali hubungan yang harmonis antara masyarakat dengan polisi.

“Sesuai janji kami, seluruh pengobatan korban kami yang menanggung. Termasuk ongkos keberangkatan haji kepada orangtua Ardan. Mari kita jadikan insiden ini sebagai pelajaran agar ke depan kehidupan masyarakat lebih sejahtera. Namun kami juga meminta peran serta dari masyarakat dalam menjaga keamanan di wilayah Binduriang ini,” kata Kapolres.

Sementara Kades Kampung Jeruk, Zainal memastikan kondisi desanya benar-benar sudah kondusif. Faktanya tidak ada lagi tindakan brutal dari masyarakatnya. Bahkan ia berharap polisi bisa menjalin kembali kembali hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Dipastikannya tidak ada masyarakatnya yang menolak kehadiran polisi di tanah Binduriang untuk menegakkan aturan hukum.

Related Post to “Lembak Berkonflik, Ekonomi Terganggu” on Rafflesia News
print this page Print Halaman atau Kirim ke Email

About Rafflesia

Artikel Lembak Berkonflik, Ekonomi Terganggu - adalah Berita Terbaru dan info terkini tahun 2012 yang di posting oleh Author, Apa Kabar Indonesia Hari ini dan esok? ikuti Tips dan Trik tutorial hanya di blog ini. demikian posting Lembak Berkonflik, Ekonomi Terganggu dari Rafflesia.

Comments are closed.