Rafflesia News – Identitas mayat yang ditemukan warga Desa Air Petai Kecamatan Sukaraja Kamis (28/6) malam kemarin sebagaimana diberitakan RB kemarin, akhirnya diketahui. Korban diketahui bernama Bustom (47), warga Jalan Zainul Arifin Kelurahan Padang Nangka Kota Bengkulu yang bekerja sebagai karyawan PTPN VII Unit Padang Pelawi. Kasus ini sekarang ditangani Polsek Sukaraja. Korban tewas diduga karena dibunuh.
Korban diketahui mengalami luka tusuk sekitar 15 liang. Beberapa diantaranya mengenai punggung, tangan dan bagian tubuh lainnya. “Korban ditemukan warga di dekat jembatan Desa Air Petai Kecamatan Sukaraja,” kata Kapolres Seluma, AKBP P. Lumban Gaol, S.Ik melalui Kapolsek Sukaraja, Iptu Satria Dwi Dharma.
Diakui Kapolsek, Buston yang merupakan karyawan lepas PTPN VII ini merupakan korban pembunuhan. Namun sejauh ini Kapolsek belum bisa memastikan motif terjadinya pembunuhan tersebut. Hanya saja diperkirakan ini dipicu masalah dendam. Pasalnya kalaupun pembunuhan tersebut merupakan aksi perampokan kecil kemungkinan. Mengingat barang-barang milik korban masih berada di lokasi dekat jasad korban ditemukan.
“Hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) motor korban Supra Fit S BD 4241 EB dan tas hitam berisikan berpelengkapan sehari-hari serta satu unit HP Nokia 6600. Sedangkan untuk motif pembunuhan saat ini masih kita selidiki,” ungkap Kapolsek. Barang-barang ini masih utuh, sehingga kecil kemungkinan korban dibunuh lantaran telah menjadi korban perampokan.
Sementara itu, Humas PTPN VII Unit Padang Pelawi Riski K. Mahfud ketika dikonfirmasi kemarin membenarkan jika korban merupakan salah satu pekerja di perusahaan tersebut. Korban bekerja sebagai karyawan borongan penyadap karet perusahaan. “Memang dia (korban, red) bekerja di sini, tapi statusnya merupakan karyawan borongan sadap,” ujar Riski.
Disinggung apakah sebelum kejadian korban bekerja terlebih dahulu, Riski mengaku kurang mengetahui. Mengingat karyawan yang sifatnya bekerja borongan seperti korban yang mengetahui secara persis adalah mandor yang bersangkutan. “Saya juga kurang tahu berapa lama dia sudah bekerja di sini, tapi yang jelas dia memang bekerja di sini sebagai pemborong sadap karet,” imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di Desa Air Petai Kecamatan Sukaraja. Saat pertama ditemukan warga, posisi korban tertelungkup dengan mengenakan celana jeans dipadu jaket. korban juga mengenakan topi yang masih berada di lokasi penemuan. Malam itu juga oleh anggota Polsek Sukaraja korban langsung dibawa ke RSUD M. Yunus untuk dilakukan otopsi.
Related Post to “Warga Sukaraja Ditusuk 15 Liang” on Rafflesia News
Print Halaman atau Kirim ke Email



